Oleh: r324 | Mei 20, 2008

Alternative Dispute Resolution (ADR) Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Di Luar Pengadilan Bagi Sengketa Perbankan

Perbankan dengan segala kegiatannya dalam perekonomian menurut Adi Sulistiyono (2007: 321) dapat dikategorikan sebagai kegiatan dalam dunia bisnis, dan sebagai slah satu kegiatan dalam dunia bisnis maka dalam menyelesaikan sengketa yang timbul, perbankan memerlukan sarana penyelesaian sengketa yang efektif, karena sarana penyelesaian sengketa sangat penting bagi pembangunan ekonomi, berkaitan dengan ini Adam Smith menyatakan, bahwa (Adi Sulistiyono, 2007: 316) “hanya kedamaian, ringannya pajak, dan pelaksaan peradilan yang dapat diterima yang diperlukan untuk mengangkat negara yang paling melarat menjadi negara paling sejahtera, selebihnya tergantung pada faktor-faktor alami”. Menurut Adam Smith, faktor yang paling mendukung tercapainya peningkatan kemajuan ekonomi yang dapat ,peningkatkan kesejahteraan rakyat suatu negara, terdiri dari (M. Yahya Harahap, 1997: 149):
a. Kedamaian, dalam arti luas dapat diartikan stabilitas nasional dan internasional;
b. Pajak yang ringan, yaitu suatu tingkat pajak yang tidak membengkakan biaya produksi;
c. Peradilan yang dapat diterima, dalam arti sistem peradilan yang mampu dan cekatan menyelesaikan sengketa secara cepat dan murah.

Berdasarkan pendapat Adam Smith diatas, bisa kita simpulkan bahwa setiap kegiatan perekonomian tidak mungkin mencapai hasil yang memuaskan dan lancar tanpa dukungan sistem peradilan. Sistem peradilan ini harus dapat diterima karena kemampuannya menyelesaikan sengketa dengan cepat, tepat, dan biaya murah. Sistem peradilan yang mengingkari hakikat peradilan yang sederhana, cepat dan biaya murah, tidak sesuai dan tidak dapat diterima dalam dunia bisnis. Sistem peradilan yang lambat dan kurang responsif dalam menyelesaikan sengketa, merupakan peradilan yang tidak efektif terhadap kegiatan bisnis dan perekonomian, yang membuat kegiatan perekonomian menjadi tidak efisien, dikarenakan tidak adanya kepastian hukum yang mengakibatkan sengketa yang terus berlanjut dan.rusaknya kredibilitas para pihak yang besengketa. Oleh karena itu, cara penyelesaian sengketa yang seperti itu tidak dapat diterima dunia bisnis, karena tidak sesuai dengan tuntutan dunia bisnis.

Sistem penyelesaian sengketa yang diinginkan dunia bisnis adalah sistem penyelesaian yang sederhana, cepat, dan biaya ringan atau informal procedure and can be put in motion quickly . Dalam arti, penyelesaian sengketa tetap berada dalam jalur sistem yang formal dan dibenarkan hukum (M. Yahya Harahap, 1997: 150). Sebenarnaya sistem penyelesaian sengketa sederhana, cepat, dan biaya murah telah disebutkan sebagai asas dalam peradilan di Indonesia, pasal 4 ayat (2) Undang-undand nomor 4 Tahun 2004 tentang Pokok-pokok Kekuasaan Kehakiman. Jadi secara teoritis, tuntutan dunia bisnis yang menghendaki penyelesaian sengketa secara informal procedure and can be put in motion quickly, sudah tertampung dalam perundang-undangan Indonesia. Namun dalam kenyataan, asas itu langsung berhadapan dengan sistem upaya hukum dalam berbagai bentuk. Kita mengenal upaya hukum biasa yaitu banding, dan kasasi, juga berhadapan dengan upaya hukum luar biasa yaitu Peninjauan Kembali (PK). Akibatnya asas ini menjadi buyar hancur berantakan, dan penyelesaian sengketa menjadi formalistik, panjang, dan berbelit, memakan waktu yang lama, yang terjadi dalam kenyataan adalah buang waktu percuma, dan penyelesaian sengketa menjadi mahal.

Berdasarkan kenyataan yang demikian, maka tidak heran dicarilah suatu alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan yang mengandung asas sederhana, cepat, dan biaya ringan, oleh lembaga yang diterima dan disepakati masyarakat yaitu, Alternative Dispute Resolution (ADR).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: